Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Gunung Kerinci semburkan asap putih


Gunung Kerinci semburkan asap putih

Gunung Kerinci.
"Aktivitas Gunung Kerinci masih status waspada."
Jambi - Gunung Kerinci yang merupakan tertinggi di Pulau Sumatera menyemburkan asap putih hingga setinggi 400 meter, kata Kepala Pos Pemantau Gunung Kerinci, Endra, ketika dihubungi dari Jambi.

"Hampir setiap hari Gunung Kerinci menyemburkan asap putih, apalagi dalam minggu-minggu terakhir ini. Aktifitas Gunung Kerinci dalam minggu terakhir ini, memang sering mengeluarkan asap tebal, dengan ketinggian 400 meter, asap yang dikeluarkan Gunung Kerinci pengaruh dari air hujan,".

Sejak beberapa hari terakhir tidak terlihat adanya aktivitas menonjol di Gunung Kerinci, dan hanya ada beberapa gempa vulkanik, serta gempa hembusan yang terjadi.

Sekarang ini hanya ada sembilan kali gempa vulkanik dalam sebulan dan 3.994 gempa hembusan dalam sebulan. Sementara untuk aktifitas Gunung Kerinci sekarang ini tidak ada peningkatan status.

Selain itu, aktivitas Gunung Kerinci tidak ada berpengaruh terhadap aktivitas gunung lain atau ada gempa yang terjadi pada Sumbar sebelum ini.

Gunung Kerinci terletak di Kecamatan Kayuaro Kabupaten Kerinci, Jambi, merupakan gunung tertinggi di Sumatra dengan kawah tipe strato yang masih aktif dan memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air berwarna hijau.

Gunung berapi itu masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) seluas 1.484.650 hektare yang terletak di empat provinsi, sebagian besar taman nasional terletak di wilayah Jambi.

Kerinci terhimpit di antara dua pegunungan di barat dan di timurnya. Kerucut yang paling muda gundul dan kawah gunung ini terletak di timur laut sisa dinding kawah berapi (3655 hingga 3649 meter di atas permukaan laut/ mdpl). Gunung Kerinci termasuk gunung berapi yang masih aktif, dengan ketinggian 3.805 mdpl.


 http://www.antaranews.com/berita/309309/gunung-kerinci-semburkan-asap-putih

Pengertian dan sebab terjadinya Tsunami


Pengertian tsunami. Dari segi terminologi berasal dari bahasa jepang, Tsu yang berarti pelabuhan dan Nami yang berarti gelombang, karena tsunami sering terjadi di negara jepang, berdasarkan catatan sejarah di Jepang telah terjadi tsunami kurang lebih sebanyak 195 kali.


Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan antara lain oleh :
  • gempa bumi yang berpusat di bawah laut,
  • letusan gunung berapi bawah laut,
  • longsor bawah laut,
  • atau dapat juga karena hantaman meteor dari angkasa yang jatuh ke laut.
Gelombang ombak yang terjadi dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 sampai dengan 1000 km per jam, kecepatan yang setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai.  Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.


Penjelasan Lengkap Penyebab Terjadinya Tsunami :
Seperti yang telah disebutkan di atas Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Gerakan vertikal pada kerak bumi yang terjadi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar sehingga terjadilah tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Beberapa Gempa yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami
  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
 http://ridwanaz.com/umum/geografi/sebab-terjadinya-tsunami-pengertian-tsunami-foto-video/